Spesial

Sholat tarawih. Mau kita datang serombongan besar dengan teman atau keluarga, ujung-ujungnya harus terpisah karena mengisi shaf yang kosong. Itu yang terjadi pada saya tadi, sampai harus bersisian dengan anak laki-laki kecil yang sholat bersama perempuan sepuh yang belakangan saya tahu adalah neneknya.

Anak laki-laki kecil pada umumnya. Berumur sekitar lima tahun. Berbaju koko kotak-kotak dengan celana dan peci biru terang. Plus sajadah senada. Awalnya tak ada yang janggal. Sholat Isya dijalani dengan lancar. Namun, ditengah-tengah rangkaian dua rakaat tarawih, si kecil mulai berulah. Awalnya standar anak-anak. Bosan dengan ritual yang diulang-ulang. Tidak bisa tenang. Mulai loncat-loncat, dan berakhir dengan berlarian di atas sajadah sepanjang deret shaf kami. Sudah pasti membuat sang nenek kalang kabut.

Rangkaian tarawih selesai, saatnya mendengar tausiah dari pak khatib. Si kecil sudah tak bisa dibendung, tapi sang nenek tak memperbolehkan bermain di halaman masjid. Jamaah yang lain sudah merasa terganggu. Tapi saya menangkap hal lain dari si kecil.

Hingga pada akhirnya si kecil berhasil ‘dihentikan’, sang nenek meminta maaf pada sekeliling, termasuk saya.

“Dia autis, Jeng…”

Saya senyum. Pas dengan dugaan. Semacam dejavu beberapa tahun lalu di atas pesawat.

“Umur berapa, Bu?”

“Hampir enam tahun.”

Saya ulurkan gantungan kunci pada si kecil. Rubik mungil aneka warna berhasil mengalihkan perhatiannya.

“Berdua saja, Bu?”

“Iya. Anak saya, bapaknya dia, kerja di luar kota. Ibunya baru pulang kerja sampai rumah jam delapan. Di rumah cuma ada pembantu. Nggak mungkin dia saya tinggal di rumah.”

Lagi-lagi saya senyum mahfum. Tipikal keluarga masa kini. Hanya bedanya, keluarga ini dikaruniai anak yang spesial. Sedemikian spesialnya, hingga kadang tak ada yang menyadarinya.

Entah kenapa anak autis sering dianggap sebagai beban. Mereka adalah anak pada umumnya. Anak yang harus disayangi dan dicintai, juga dihargai. Hanya karena sedikit berbeda, bukan berarti harus dijauhi, kan?

Entah kapan saya akan bertemu lagi dengan si kecil berbaju biru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s