Tempe

Kedelai langka! Pengrajin tempe dan tahu ,mulai mogok produksi. Dan saya sebagai penggemar berat tempe (juga tahu), blingsatan. Walau masih beredar, tapi harganya yang mulai merangkak naik atau size-nya sedikit lebih langsing.

Awalnya, saya pikir ini efek menjelang puasa dan lebaran, dimana semua kebutuhan pokok harganya naik-naik ke puncak gunung tinggi-tinggi sekali. Daging sapi, ayam, ikan, telur, bumbu dapur, sembako, entah apa lagi yang harus di absen. Saya masih tenang-tenang. Begitu tempe menjadi (akan) langka, baru deh migren😦

Katanya sih gara-gara harga kedelai impor meroket. Miris! Indonesia masih impor kedelai? Demi apa,coba! Saya tidak akan ‘ngomel’ dan mengeluh tentang kebijakan pemerintah dimasa perdagangan bebas seperti sekarang. Tidak punya solusi.

Tempe (juga tahu), yang katanya makanan sehat dan murah meriah, akan ‘naik kelas’. Menjadi makanan ‘kelas atas’ karena mahalnya. Tak kalah bersaing dengan daging wagyu atau kaviar. Setidaknya itu sisi ‘positif’nya. Sejauh ini, saya pribadi masih menunggu, apakah tempe (juga tahu), akan benar-benar jadi langka, atau harganya ikut meroket sangat tinggi seperti bahan makanan yang lain.

Kalaupun pada akhirnya benar-benar jadi langka atau harga yang melambung, setidaknya istilah ‘mental tempe’ akan berubah makna…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s