Kendaraan Listrik

Cafe ato food court yang nggak nyediain colokan, mending tutup aja, deh!”

Saya pernah dengar kalimat itu secara tidak sengaja. Jaman sekarang semua serba cepat, juga informasinya. Semua didukung dengan perangkat yang serba canggih. Namun, disisi lain, kebutuhan isi ulang batere gadget jadi semakin besar pula. Beberapa tempat seperti convenient store jelas-jelas menjadikan tokonya sebagai tempat isi ulang batere sebagai salah satu layanannya. Cerdas membaca peluang.

Dan, awal tahun ini, wacana kendaraan listrik yang ramah lingkungan dihembuskan. Terlepas dari pro dan kontra yang mengiringi, saya pribadi mendoakan proyek ini bisa berhasil. Demi udara bersih. Amin.

Tapi, sempat terbayang hal-hal yang mungkin terjadi bila kendaraan listrik (mobil, bis, sepeda motor, dll), benar-benar terealisasi dan booming karena banyak peminat. Kendaraan listrik lalu lalang di sana sini, dari berbagai model dan produsen. Hijau, merah, kuning, biru, hitam, putih, dan banyak lagi. Ujung-ujungnya, akan seperti yang terjadi saat ini pada para pengguna gadget.

SPBU jadi relatif sepi. Sebagai penggantinya, SPBU menyediakan banyak colokan buat mengisi accu kendaraan listrik. Demikian juga lahan parkir di mall dan plasa, jangan harap akan hidup tanpa colokan di tiap slotnya. Pun convenient store, mungkin akan menerapkan tarif khusus bagi kendaraan listrik yang butuh pasokan antara 2-3 jam. Sekali lagi, ini peluang bisnis.

Bisa jadi produsen kendaraan konvensional juga akan tertarik memproduksi kendaraan listrik. Sehingga kalaupun ternyata menghasilkan laba yang lebih baik, bisa jadi produsen tidak akan memproduksi lagi kendaraan konvensional. Which is, konsumsi BBM semakin rendah, dan tidak ada lagi demo jika ada isu kenaikan harganya.

Tapi, bukan berarti tanpa kendala. Masih seringnya listrik byar pet (terutama di luar Jawa), bisa jadi penghambat utama. Saya bukan ahli di bidang elektronika. Namun, perangkat elektrik yang sering terputus aliran listrik saat diisi ulang, akan memperpendek usia pakainya. Jadi lebih cepat rusak. Nah lho! Bener nggak, tuh?

Niat baik pasti ada jalan, sesulit apapun jalannya. Kemunculan kendaraan listrik ini dimulai dengan niat baik. Banyak juga yang mendukung, walau ada juga yang skeptis. Tapi, niat saja tidak cukup. Perlu didukung oleh semua sarana yang menunjang agar berjalan lancar dan sukses.

Lagi pula, mau sampai kapan sih menghirup udara kotor, kalau kita punya pilihan lain yang lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s