Enough

“Kata ‘cukup’ itu salah satu bentuk rasa syukur,” kata seorang teman.

Berusaha memahami kalimatnya.

“Ketika kita ditawari banyak jumlah dan macam makanan, kita bisa bilang ‘Terima kasih, ini saja. Sudah cukup buat saya’. Atau saat ada orang merayu dengan segepok uang suap, kita bisa bilang ‘Tidak. Gaji saya cukup untuk menghidupi keluarga’”.

“Tapi ‘cukup’ sifatnya relatif. Tidak sama untuk tiap orang.”

“Benar. Dan tidak perlu juga dijadikan sama. Kebutuhan masing-masing orang juga berbeda-beda. Semua dikembalikan pada diri sendiri, dimana batas antara ‘cukup’ dan ‘lebih dari cukup’ atau malah ‘berlebihan’.”

“Tapi, sebagai manusia, kita punya ambisi, kan?”

“Tidak salah. Dan itu manusiawi. Masalahnya, sampai sejauh apa kita akan mengikuti ambisi? Manusia juga ada batasnya. Dan ada Tuhan diatas segalanya. Kita yang harus mengendalikan ambisi. Bukan sebaliknya.”

“Menyerah?”

“Bukan menyerah, tapi bersyukur dan mencoba ‘jalan lain’.”

“Maksudnya?”

“Ambil contoh. Kita berambisi jadi presiden, karena merasa punya kemampuan plus dukungan banyak pihak. Namun, beberapa kali mencoba, nihil. Kegagalan bisa terjadi karena banyak faktor. Tapi faktor ‘garis tangan’ dari Tuhan paling sering dilupakan. Kenapa tidak bersyukur dan mencoba ‘jalan lain’? Bersyukur sudah mencoba mewujudkan ambisi,walau gagal tapi kita jadi tahu mana teman mana lawan. Mungkin bukan disini jalannya. Bisa jadi, dengan menjadi tokoh masyarakat yang punya latar belakang kuat, dia justru sukses disitu.”

“Jadi, kita harus merasa ‘cukup’ di semua hal?”

“Tidak juga…”

“Lho?”

“Jangan pernah merasa ‘cukup’ menimba ilmu, berbuat kebaikan, mencari pahala, dan semua tindakan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s