Jodoh

“Pasangan yang hidup bersama kita sampai maut memisahkan, belum tentu adalah jodoh kita.”

Saya kaget. Bagaimana mungkin?

“Begini. Seperti orang tahu, usia, rejeki, jodoh, maut, adalah rahasia Tuhan. Ketika seseorang meninggal, kita akhirnya tahu sampai berapa usianya, bagaimana rejekinya semasa hidup dan maut yang pada akhirnya datang. Tapi urusan jodoh? Benar-benar jadi rahasia Tuhan selamanya.”

Saya masih menunggu.

“Bila seseorang menikah, hidup bersama, beranak pinak, menua bersama dan berakhir dengan kematian. Apakah mereka berjodoh? Belum tentu. Walau mereka selalu harmonis, mampu mengatasi rintangan dalam kehidupan berkeluarga, tak ada yang bisa memastikan mereka berjodoh. Bahkan definisi sakinah mawadah warahmah pun sangat relatif.”

Saya mulai bisa menangkap maksudnya.

“Orang begitu memuja istilah jodoh, soul mate atau apapun. Sejatinya, lebih pada urusan saling mengerti dan melengkapi. Orang yang mau hidup bahagia dan susah bersama. Yang tak bisa hidup tanpanya. Pun orang yang membuat kita rela bersedih bila tiba-tiba harus kehilangannya karena takdir.”

Saya manggut-manggut.

“Itu juga jawaban buat orang yang tidak menikah sampai akhir hayatnya. Atau orang yang bolak balik nikah cerai. Bukan karena tidak menemukan jodohnya. Atau Tuhan tidak memberikan jodoh untuknya. Semua benar-benar karena jodoh adalah rahasia Tuhan. Sampai kiamat sekalipun.”

Saya menghela nafas.

Perspektif baru. Setidaknya buat saya.

7 thoughts on “Jodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s