Ladies Parking

“Sebenarnya, buat apa ada ladies parking?”

Seorang teman agak meninggi nada saat menanyakannya.

“Maksudnya apa? Apa untuk memuliakan perempuan? Enggak, kan? Atau justru mau mengejek perempuan, karena enggak jago parkir? Siapa bilang? Aku berani diadu!”

Dia masih bersungut. Saya tersenyum.

“Yang ada, aku malah jadi bahan ejekan. Waktu mau masuk area parkir suatu mall, tiba-tiba teman laki-laki menyerahkan kunci mobil padaku. Katanya ‘Kita parkir di ladies parking, jadi mobil kamu yang bawa’. Apa bukan pelecehan namanya?”

Ada benarnya juga, sih.

“ Anehnya, banyak gedung yang memberi tanda area ini dengan warna pink. Duh! Apa perempuan harus dihubungkan dengan warna pink? Belum lagi posisinya yang dekat dengan pintu masuk mall atau kantor. Strategis sebenarnya. Tapi akan lebih berguna kalau slot parkir itu diperuntukkan bagi kendaraan yang membawa penyandang cacat.”

Saya manggut-manggut.

“Lagipula, kalau dipikir-pikir, kenapa nanggung banget? Kenapa nggak semua slot parkir di mall dijadikan area ladies parking aja? Secara katanya yang hobi belanja itu perempuan. Iya kan?”

Kali ini saya tertawa. Teman satu ini tak akan pernah habis perspektifnya.

2 thoughts on “Ladies Parking

  1. aneh memang. aku sih ga pinter parkir ya emang karena ga pinter aja. bukan karena perempuan. kalo kira-kira ga bisa parkir sendiri ya pake valet. kalau ga ada valet ya ga jadi parkir hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s