You are what you write, right? No?

Bermain di sosial media, tidak boleh serius. Jangan terlalu pakai perasaan. Jangan diambil hati. Juga jangan menilai seseorang hanya dari status atau tweetnya saja. Benar begitu?

Bisa iya. Bisa juga tidak.

Tidak boleh serius? Yakin semua hanya candaan? Belum tentu juga, kan? Banyak hal serius beredar di sosial media. Seperti bisnis online, kegiatan sosial, kondisi darurat, bencana alam, dll. Hal seperti ini tidak masuk dalam ranah guyonan. Dan semua bisa berjalan dengan baik dan sukses di sosial media.

Menurut saya, sih, pintar-pintar kita ‘membaca’nya. Kalau memang sedang bercanda, kenapa harus serius. Dan hanya orang sakit jiwa yang menjadikan hal serius sebagai bahan candaan.

Then, menilai seseorang hanya dari status atau tweetnya, memang terasa dangkal. Jangankan hanya dari sosial media, mengenal seseorang seumur hidupnya saja belum tentu benar-benar tahu tentangnya luar dalam.

Tapi, fenomena yang terjadi di sosial media adalah, menggunakan akun sebagai ‘alter ego’. Dirinya ‘yang lain’. Seringnya dipakai sebagai pencitraan. Faking good. Untuk banyak kepentingan maupun yang spesifik.

Sah-sah saja, sebenarnya. Sejauh tidak merugikan orang lain. Tapi yang sering juga didapati adalah akun-akun yang status atau tweetnya hampir selalu sinis, skeptis dan menyakitkan hati. Apakah orang dibelakang akun-akun ini akan kita nilai sebaliknya? Tidak, kan? Atau mereka sedang membuat semacam ‘pencitraan yang buruk’? Faking bad, begitu? Buat apa?

You are what you write. Semua kembali pada pilihan yang kita buat. Apa yang akan kita tulis sebagai status atau tweet di sosial media? Yang baik? Yang berguna? Yang pencitraan? Yang serius? Yang bercanda? Yang sinis? Yang skeptis? Yang menyakitkan? Atau yang bagaimana? Terserah. Keputusan di tangan anda.

Toh, tak satupun dari kita bisa mengendalikan persepsi semua orang, kan? Jadi, kenapa tidak menggunakan sosial media sebagai ‘tempat bermain’ yang menyenangkan?

8 thoughts on “You are what you write, right? No?

  1. Yang paling penting, kita bertanggung jawab dengan apa pun yang kita utarakan: baik itu di socmed seperti twitter atau dalam ranah blog.

    Kalau belum apa-apa kita dicap melakukan pencitraan, ya agak kurang fair juga sepertinya, karena kadang, begitu mudahnya orang lain menilai seseorang dari apa yang terlihat atau justru dari apa yang dia pikirkan sepihak saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s