Turun? Naik! :(

Adakah yang senasib dengan saya? Bulan puasa, bukan tambah kurus, tapi justru angka timbangan badan jadi naik signifikan😦

Naiknya tidak sampai belasan kilo, sih. Tapi cukup menjengkelkan. Kenapa? Karena baju jadi tidak nyaman lagi dipakai karena jadi sempit di beberapa tempat. Juga membuat gerak jadi tidak segesit sebelumnya.

Tapi, kira-kira kenapa, ya? Kalau dipikir, bulan puasa jadwal makan kita jadi berkurang satu, tidak makan siang. Tapi kok jadi gini?

Jawabannya baru saya temukan kemarin ketika berbincang sore menunggu adzan maghrib bersama teman-teman.

“Jadwal makan memang berkurang satu. Tapi makan kita jadi lebih teratur.”

“…..”

“Coba dipikir. Di hari biasa, kadang kita skip sarapan. Telat makan siang gara-gara sibuk. Makan malam juga udah malas karena ngantuk berat. Itupun yang dimakan belum tentu sehat apalagi bergizi.”

Iya, sih.

“Giliran bulan puasa, makan kita jadi teratur. Sahur dan buka puasa, itu sudah pasti. Dengan menu yang sudah dipersiapkan. Belum lagi kalau ada undangan buka puasa bersama. Biasanya makanan yang disediakan berlimpah. Baik jumlah, macam, gizi, juga kolesterol.”

Tawa menggema.

“Kalau sudah begini, gimana nggak mau tambah naik itu timbangan?”

Kami terkikik.

Saya terima jawabannya yang masuk akal. Jadi seperti buah simalakama. Tidak puasa, timbangan turun tapi pola makan tidak sehat. Puasa, pola makan teratur tapi timbangan naik.

“Makanya olahraga!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s