Jambret!

Suatu siang beberapa hari lalu, saya, duduk di sebuah apotek, antri menunggu resep saya diproses. Tiba-tiba, dari seberang jalan terdengar ribut-ribut.

“JAMBRET!”

Suara melengking seorang perempuan. Tak lama, suara riuh menyertai, diiringi hampiran banyak orang. Ramai. Tapi tak terlalu jelas dari tempat saya berada.

Tak lama kemudian, tukang parkir penjaga kendaraan apotek bercerita. Suara teriakan tadi berasal dari seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba, ada dua orang yang berboncengan berniat merampas tasnya. Dia berusaha mempertahankan tas miliknya, walau harus berakhir terjatuh di aspal plus tertindih motornya sendiri.

“Tapi yang kasihan si jambretnya, Mbak.”

Lho? Kok kasihan penjambretnya?

“Kayaknya lagi apes,” lalu tukang parkir itu tertawa.

Usut punya usut, selain tidak berhasil merampas tas milik korban, ada yang berhasil mengambil gambar sepasang penjambret lengkap dengan nomor polisi sepeda motor mereka. Tinggal dilaporkan saja pada yang berwajib. Entah asli atau palsu nomor tersebut, serahkan saja pada yang berwenang.

“Hati-hati kalau sudah dekat lebaran. Banyak kejahatan,” celutuk seorang ibu sepuh yang duduk tak jauh dari saya.

Well, terenyuh juga mendengarnya. Lebaran seharusnya menjadi momen yang bersih dan menyenangkan. Bukan lalu menjadi was-was karena munculnya berbagai tindak kejahatan. Dan ironisnya, para pelaku tindak kejahatan melakukan aksinya dalam rangka ‘menyambut lebaran’. Agar bisa merayakan lebaran dengan uang hasil ‘kerja’ mereka.

Duh!

2 thoughts on “Jambret!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s