Dear ART…

Namanya keren. ART. Asisten Rumah Tangga. Dulu jamak dipanggil pembantu. Dan jabatan ini jadi lebih penting daripada presiden ketika hari raya tiba. Begitu para ART ini ijin mudik merayakan hari raya di kampung halaman, kalang kabutlah para majikan. Merayu untuk tetap tinggal di tempat dengan berbagai cara. Dari memperbolehkan mudik setelah hari raya hingga memberi bonus diluar THR dan gaji bulanan.

“Kan bisa sewa ART infal.”

Salah satu solusi jitu saat ini. ART pengganti, yang bisa kita dapat dari jasa penyaluran pembantu. Tentu, harus merogoh kocek lebih dalam. Harga ‘spesial’, kan?

“Males pake ART infal. Bukan males ngajarinnya. Tapi mereka kan belum tahu apalagi hafal tentang rumah kita. Dimana tempat kita menyimpan berbagai barang kebutuhan. Kalau ART yang biasanya, mereka justru lebih hafal dari kita sendiri.”

Nah, ini masalah lain lagi. Sudah bayar lebih mahal, masih harus kasih instruksi untuk hal-hal detil dan penunjang utama.

Terfikirkah untuk mengerjakan pekerjaan domestik bersama seluruh anggota keluarga? Berbagi tugas, siapa melakukan apa. Atau digilir sehingga masing-masing pernah melakukan semua jenis pekerjaan.

“Iya, sih. Sudah pernah dicoba. Tapi ujung-ujungnya gagal. Semua sudah terlanjur tergantung pada ART. Belum lagi kalau sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Mana sempat mengerjakan pekerjaan rumah.”

Saya hanya geleng-geleng kepala mendengar keluh kesah para juragan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s