Beri?

Pagi ini saya pergi ke pasar. Tumben. Iseng, cari buah untuk ta’jil buka puasa. Naik angkot, pergi pulang, alih-alih gowes seperti biasanya. Ngirit tenaga🙂

Dalam perjalanan pulang, saya satu angkot dengan serombongan ibu-ibu. Beberapa membawa balita, bahkan masih ada yang bayi beberapa bulan umurnya.  Awalnya saya tak ambil peduli, sampai salah satu ibu berkata pada satu orang temannya.

“Dandananmu kurang jelek!”

Saya melirik. Eh? Kurang jelek? Biasanya, perempuan-perempuan berlomba untuk tampil secantik mungkin. Kenapa ini kurang jelek? Saya lalu iseng, berusaha mencuri dengar pembicaraan mereka.

“Itu gelangmu dicopot dulu.”

“Bajunya kurang lusuh.”

“Anakmu rambutnya rada diacak-acak dikit.”

“Nggak usah pake bedak.”

Ini apa, ya? Saya jadi tambah bingung dengarnya. Sejurus kemudian, setelah mereka ‘memperbaiki’ penampilan, salah satu yang sejak tadi tampak mendominasi percakapan, kembali angkat bicara.

“Nanti kita nyebar. Kumpul di tempat awal tiga jam lagi. Harus dapet uang sesuai target. Kalau lebih, boleh diambil. Yang bawa anak kecil, jangan sampai kenapa-kenapa. Inget, cuma boleh setor uang, bukan barang. Kalo ada yang kasih barang, nggak usah diterima.”

Mereka mengangguk, lalu turun tak lama kemudian di sebuah perempatan. Meninggalkan saya yang bengong di dalam angkot.

Ah, rombongan pengemis yang terorganisir, ternyata. Kalau mereka sampai ke rumah saya, di beri uang atau tidak, yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s