Ponakans

Lebaran sudah lewat beberapa hari. Tapi, issue yang masih tertangkap oleh saya adalah ‘keribetan’ mengurus para keponakan. Yes. Para tante dan oom, terutama yang masih berstatus single, banyak yang mendapat mandat untuk membawahi para keponakan, yang notabene masih berusia sekolah dasar ke bawah.

Wuiihh! Terbayang kerepotannya. Berlarian kesana kemari. Minta dibelikan makanan, snack, permen dan entah apa lagi. Minta di antar ke tempat wisata atau wahana permainan. Dan masih banyak kemungkinan yang, sudah pasti, menguras tenaga dan kesabaran🙂

Duhai para tante dan oom, ‘nikmati’lah selagi bisa. Kalian hanya bersama mereka beberapa hari saja. Bayangkan para orang tua mereka yang harus ‘bertahan’ seumur hidup. Kalian juga akan merindukan keribetan ini nanti begitu lebaran sudah lewat beberapa minggu. Karena, sejatinya para keponakan ini adalah anak-anak kecil yang lucu dan menggemaskan. Khas anak-anak seusia mereka. Yaaah…hitung-hitung belajar, persiapan samapai pada saatnya punya anak sendiri. Iya, kan?🙂

Saya sendiri, jujur, tak mengalami masa-masa itu. Kenapa? Keponakan-keponakan saya yang paling muda sudah duduk di bangku SMA. Sebagian besar berstatus mahasiswa. Bahkan ada yang sedang ambil program magister. Saya tidak perlu berlarian bermain, memaksa mereka makan atau tidur siang dan sejenisnya. Yang terjadi ketika kami berkumpul adalah diskusi tentang banyak hal. Dari yang ringan sampai yang berat. Tapi, bukan berarti bebas masalah. Yang mereka ‘lakukan’ adalah menodong saya traktir nonton dan hangout di café🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s