Resign

“Aku mau resign…”

Kami menghentikan kegiatan makan siang.

“Kalian kan tahu kalo aku pengin banget punya bisnis sendiri. Apa, gitu.”

Ya. Kami tahu itu.

“Makanya aku pengin resign dari pekerjaanku sekarang.”

Kami masih memandangnya.

“Tapi masalahnya, aku nggak sendiri. Sudah ada isteri dan dua anak yang jadi tanggungan. Jadi kepikiran, deh. Iya kalo bisnisku lancar. Kalo nggak?”

Kami saling pandang.

“Isteriku sih oke aja aku bisnis. Tapi mertua plus orang tua menentang. Wajar sih, mereka kan khawatir. Tapi aku maunya nggak gini.”

Wajahnya berubah muram.

“Awalnya mau aku kerjakan dua-duanya. Tapi sepertinya nggak mungkin. Waktu dan tenaga nggak cukup. Jadi harus pilih salah satu.”

Dia menghela nafas.

“Aku musti gimana, coba?”

Sedih. Salah satu dari kami akhirnya buka suara.

“Istiqarah dulu, deh…”

Senyum mungilnya mengembang pelan.

2 thoughts on “Resign

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s