Selera

Ada yang beda di koran langganan setiap hari Minggu. Selalu ada police style, yang siap ‘membantai’ dandanan selebriti terpilih. Biasanya sih ketika ada event spesial.

Yang membuat saya bingung, sebenarnya fungsi mereka apa sih? Karena interpretasi saya selama ini, police style berfungsi menilai sesuai tidaknya dandanan para public figure dengan ‘pakem’ yang seharusnya. Tapi yang sering saya baca, opini mereka sudah terkontaminasi oleh selera pribadi. Atau memang harusnya begitu, yah?

Saya tahu, tidak ada batasan diskrit. Tapi tetap ada dos dan donts yang bisa jadi acuan tanpa harus memasukkan selera pribadi. Tak hanya selera berpakaian. Hairdo, make up, juga soal makanan, bacaan, film, musik, dan masih banyak hal lain. Saya rasa, itu yang membuat mereka lalu didapuk menjadi tukang bedah, karena memang memiliki ilmunya. Kalau ujung-ujungnya masih tercampur dengan selera pribadi, banyak orang yang bisa.

Bener nggak, sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s