Dari mana?

Ada yang pernah bertanya, dari mana munculnya ide dari tulisan-tulisan saya?

Membaca, itu jawaban saya. Itu yang utama. Apapun. Buku, majalah, koran, browsing internet, timeline/wall socmed. Bahkan, ketidaksengajaan membaca spanduk di pinggir jalan ketika berhenti di lampu merah pun bisa memunculkan ide.

Observasi. Kecil-kecilan ataupun yang butuh keseriusan tinggi. Intinya mengamati. Sama seperti membaca, bisa tentang apapun. Tingkah laku hewan, manusia, kejadian yang mendadak dan cepat, dan lain-lain. Ini penting untuk detil-detil tulisan, selain melahirkan ide-ide segar.

Mendengarkan. Listen, not just hear. Sejatinya mendengarkan adalah membaca dengan telinga. Bisa musik, berita, obrolan orang lain, curhatan teman, dan lain sebagainya. Ini menarik dari sisi yang lain, karena dalam bentuk suara.

Buat saya, tiga itu yang utama, karena sejatinya ide bisa muncul dari mana saja. Membaca, entah dengan mata atau telinga. Saya jarang menggunakan bibir. Seperlunya saja.

Dan tanpa berniat jumawa, mungkin tips saya bisa dicoba. Tak ada salahnya, kan?🙂

One thought on “Dari mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s