Inspiring?

weheartit

Orang bilang inspirasi bisa datang kapan saja, dimana saja dan darimana saja. Saya sepakat. Itulah kenapa, ketika akhir bulan lalu ada tawaran ikut proyek #30HariLagukuBercerita, saya iyakan dengan semangat.

Namun apa yang terjadi?

Buntu! Eh?

Proyek ini sebenarnya ajang asah kemampuan menulis cerita yang diinspirasi dari lagu. Terserah, mau lagu apa saja. Kadang admin melempar tema (seperti: LDR, cinta pertama, dll), lalu peserta mencari lagu yang sesuai tema dan dibuat ceritanya. Saya, dari awal berkomitmen untuk menggunakan lagu-lagu dari musisi dalam negeri.

Seru sebenarnya. Namun, entah kenapa saya justru sulit terinspirasi. Lagu-lagi Indonesia yang beredar sekarang ini terasa setipe. Easy listening, memang. Mudah mencuri hati dan pendengaran. Namun tidak membekas. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. That’s it.

Saya tidak ingin menyalahkan para musisi dan penyanyi. Toh saya juga orang awam yang tak tahu musik. Tapi saya masih punya hati. Dan selama ini saya mendengarkan musik tidak hanya dengan telinga, tapi juga dengan hati. Dan mayoritas lagu-lagu sekarang terasa tidak ‘dalam’. Entah bagaimana cara menjelaskannya.

Selain musik yang catchy, liriknya relatif sederhana. Saya merindukan lirik dengan diksi yang tidak biasa. Semacam milik Letto, KLa, Padi, bahkan yang cenderung lugas seperti Naif sanggup mencuri hati saya.

Ada yang menyalahkan fenomena boy/girl band. Well, saya tidak setuju. Ada juga boy/girl band dulu, baik dalam/luar negeri yang bagus. Lalu dimana masalahnya?

Karena semua serba cepat? Serba instan? Sehingga ada beberapa (atau malah banyak) hal dan steps yang harus dihilangkan dari proses berkarya. Wah, menyedihkan kalau memang begitu. Bagaimanapun proses itu penting. Maha penting, sejatinya. Proses itu mendewasakan, pelaku juga karyanya. Keduanya bisa matang sempurna. Lewat proses, kita juga bisa lebih menghargai sebuah karya. Intinya, banyak yang bisa diambil dari sebuah proses. Priceless. Tak terbeli oleh uang sebanyak apapun.

Tapi di lain sisi, saya jadi lebih bersyukur. Saya lebih bisa memilah dan memilih lagu-lagu yang berkualitas. Yang sanggup menginspirasi. Yang memang layak diapresiasi. Masih dengan harapan tinggi, semoga lagu berkualitas dari musisi dalam negeri kembali membanjiri.

Tapi kapan, yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s