Lupakan Aku

weheartit

Kau imamku. Masih ingat itu? Atas nama segala hukum di dunia dan akhirat. Seluruh mahluk jadi saksinya dan tak ada yang menyangsikan. Semoga kau belum lupa.

Kau imamku. Pelindungku. Lalu apa arti semua lebam dan darah yang mengucur dari tempat yang tidak semestinya ditubuhku? Akan pulih seiring waktu. Namun luka hati, hanya Tuhan yang Maha Mengerti.

Kau imamku. Pengayomku. Pernah membanjiri dengan cinta. Masih ingat itu? Lalu mengapa kini bak seteru tak berkesudahan? Aku berusaha mencari kasih sayang yang mungkin terselip di ceruk hari. Namun tak juga kutemukan.

Kau imamku. Rajaku. Pun penjajahku. Tuntut aku lakukan apapun maumu. Bahkan untuk berkubang hina. Sejatinya apa salahku? Apa artiku bagimu?

Kamu imamku. Pemimpinku. Tapi aku tak sudi lagi jadi pengikutmu. Kau berbeda. Kau bukan yang dulu. Rasa itu telah pergi.

Kamu imamku. Dan untuk terakhir kalinya, aku berucap. Bila kita bertemu suatu hari nanti, jangan pernah tanyakan lagi tentang rasa yang telah mati. Karna kini, kau tak ubahnya sosok asing yang membawa banyak memori.

Kau imamku. Tapi maaf, kini ada yang telah kucintai lebih darimu.

 

 

Inspired by: Mungkin Nanti-Peterpan/Noah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s