Boikot

weheartit

Minggu lalu, ada sebuah ajakan datang ke saya di facebook. Mengajak boikot youtube. What? Ya, memboikot youtube karena sudah memuat film Innocence of Muslims. Ajakan ini berharap, semakin banyak yang boikot, maka rating pengunjung youtube akan menurun drastis dan akan berakibat pada turunnya harga saham mereka.

Dan, keputusan yang saya ambil adalah tidak menerima ajakan mereka. Bukan tidak membela agama sendiri. Lagipula siapa yang tidak marah ketika agama yang kita anut di cela orang lain? Tapi, saya tidak sepakat dengan cara dan tujuannya.

Begini.

Memang youtube memuat film Innocence of Muslims. Tapi apakah kita harus sampai memboikot youtube? Masih ada jalan lain, kan? Misalnya, mengirim surat/email berisi keberatan tentang adanya film tersebut di website mereka dan meminta untuk di hapus/di blokir karena memuat isu SARA dan menyakiti hati kaum muslim. Saya yakin mereka akan melakukan hal yang tidak akan merugikan siapapun, termasuk kelangsungan website mereka.

Selain itu, youtube adalah sebuah wadah, sarana, alat, untuk memuat video oleh siapapun, tentang apapun. Pihak youtube menentukan aturan yang harus ditaati. Semua yang di unggah tak boleh mengandung SARA, kekerasan dan pornografi. Pihak mereka akan memblokir jika terdeteksi ada yang melanggar aturan. So, kenapa harus menggunakan jalan keras?

Kenapa saya menggunakan istilah ‘jalan keras’? Karena jelas-jelas mengajak orang lain untuk melakukan boikot. Tahukah anda, di dalam situs youtube juga memuat cara membaca Al-Quran yang baik dan benar, hijab tutorial aneka model, resep dan cara memasak makanan sehat dan halal, dan masih banyak video yang bermanfaat lainnya.

Selain itu, tujuan memboikot youtube adalah agar rating turun dan berimbas pada harga saham. Well, apalah arti niat baik jika pelaksanaan dan tujuannya bertolak belakang. Taruhlah kita mengajak banyak orang memboikot. Tapi yakinkah bahwa akan banyak yang turut serta? Bisa saja yang terjadi justru lebih banyak orang yang search film tersebut karena pada awalnya tidak tahu atau tak ambil peduli. Ujung-ujungnya justru menaikkan pengunjung, kan?

Kalaupun berhasil mengajak banyak orang untuk boikot, sehingga tujuan akhirnya tercapai. Tidakkah anda merasa bersalah? Karena dengan turunnya harga saham dan lain sebagainya, berpengaruh terhadap perekonomian dan kehidupan banyak orang, yang bisa jadi mungkin tidak bersalah sama sekali. Nah, niat baik saja tidak cukup, kan?

Tapi ini murni sikap saya. Bagaimana dengan anda?

5 thoughts on “Boikot

  1. Boikot atau pencekalan juga bukan jawaban yang bijaksana, Mbak. Karena betul seperti yang mbak tuturkan, ada sisi baik juga dari youtube yang bisa kita ambil manfaatnya.

    Beberapa dari kita memang masih bersikap reaktif untuk isu-isu seperti ini.🙂

  2. Hal yang anda katakan sudah dilakukan oleh menteri Kominfo. tapi tidak mendapat tanggapan dari youtube dan google. Bahkan mereka akhirnya menyatakan tidak akan memblokir film tersebut. Yah … seperti apa tindakan seseorang ketika Nabi kita yang mulia Muhammad SAW dihina, semua kembali kepada kecintaan kepada Rasul. Rasul yang termaat mencintai umatnya. Apakah orang seperti ini masih layak mendapat syafaat dari nabi. Disaat tidak ada yang dpat menolong kita di alam bashar. syafaat beliaulah yang menjadi harapan kita.

  3. Kita hanya ingin mereka jera dan tidak berani lagi memberikan fasitas kepada penghina Nabi. Ketika mereka sudah mau meblokir semua film atau kartun yang menghina nabi dan Islam, baru kita kunjungi web mereka lagi. Bersatulah umat Islam dalam membela Nabi dan agama kita. Jangan seperti buih dilautan.

    • Tanpa menafikan peran menteri kominfo, adakah pihak lain, baik pribadi maupun institusi yang sudah menghubungi pihak google maupun youtube, via apapun? Atau mungkin menulis surat terbuka di media, baik nasional maupun internasional, dimana termaktub keberatan akan film tersebut juga rencana boikot bila tidak dihapusnya film tersebut dari website?
      Karena saya yakin, Rasulullah yang pengasih tidak ingin ada pihak yang tak bersalah menjadi korban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s