Tawuran? Miapah?

weheartit

Ada yang punya pengalaman tawuran? Ikut, jadi korban, atau tidak sengaja terjebak dalam tawuran? Rasanya gimana, sih?

Selama ini, tawuran identik dengan remaja, SMP atau SMA. Masa dimana solidaritas antar teman tinggi. Sedemikian tinggi, hingga mengalahkan logika. Apapun, demi teman. Walau kadang penyebab terjadinya tawuran sangat ‘nggak banget’, seperti tidak sengaja tersenggol waktu berpapasan jalan, atau rebutan cewek.

Yang membuat miris adalah tawuran sekarang memakan korban. Ada yang tewas. Dan ironisnya, si korban ini benar-benar berstatus korban. Dia sama sekali tidak ikut dalam kelompok yang sedang tawuran, hanya sedang apes berada di tempat kejadian. Dan yang tak habis fikir, korban meninggal karena luka bacok. WTH? Tawuran jaman sekarang sudah diniatkan dengan membawa berbagai macam senjata. Clurit, pedang, pisau, batu, biji besi dan banyak lainnya.

Apa-apaan ini? Ini sudah masuk ranah kriminal.

Dari awal saja sudah salah. Atas nama apapun, tawuran tidak bisa dibenarkan. Entah karena hal sepele ataupun karena alasan yang berat. Masih ada (dan banyak) cara lain untuk menyelesaikan masalah, selain tawuran. Apalagi tawuran yang sudah turun menurun, diwariskan dari senior ke juniornya, dari dulu kala hingga sekarang. Entah apa julukan untuk orang yang mau saja diwarisi kebencian. Apalagi sampai masuk ke ranah hukum, dengan melakukan tindakan kriminal.

Dan yang membuat tawuran semakin ‘nggak keren’ adalah keroyokan. Kalau memang punya masalah pribadi, satu lawan satu, dong! Kalau memang punya nyali, sih.

Ayolah. Masih banyak cara menyalurkan energi, fikiran, tenaga, passion, hasrat masa remaja. Ada musik, seni, olahraga, science, dan masih banyak lagi. Terserah, asalkan positif. Dan beruntunglah kalian yang remaja di masa kini, karena lebih banyak bidang yang bisa digeluti dibandingkan jaman-jaman sebelumnya.

Mungkin akan banyak yang mencemooh saya. Oke, saya akui, saya tidak pernah ikut tawuran ketika remaja. Kenapa? Karena masa remaja saya sudah disibukkan dengan kegiatan sekolah, ekstrakurikuler dan lain-lain. Dan, maaf-maaf saja, saya tidak punya dan tidak ingin menyisakan waktu untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya seperti tawuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s