Kamis ke Bioskop

weheartit

Baiklah. Ini memang hari Jumat, bukan Kamis. Tapi saya ingin cerita tentang kebiasaan saya ke bioskop di hari Kamis. Kenapa Kamis? Karena hari Kamis biasanya adalah hari pertama film Indonesia beredar di bioskop. Selain itu, kalau hari Kamis tiketnya masih murah, belum mahal seperti weekend🙂 Sedang weekdays, belum tentu ada waktu.

Saya tidak akan cerita tentang film Indonesia yang saya tonton kemarin. Tapi, tentang hal-hal yang kadang dan juga sering bikin bete juga ilfeel waktu nonton. Apa saja?

  • Orang yang berisik. Kita tidak pernah tahu siapa yang bakal duduk sebelah atau di sekeliling kita (selain orang yang kita ajak nonton bersama). Kadang berisik waktu ngemil. Tanya ini itu tentang cerita film, memang sih tanyanya bukan ke kita, tapi tetap saja berisik. Atau berteriak, tertawa, berkomentar dengan suara yang keras berkali-kali.
  • Orang yang tidak mematikan ponsel. Padahal ponselnya selalu berdering. Mungkin masih baru, yah. Selain belum tahu cara membuat ponselnya silent, juga mau pamer dikit. Tapi jatuhnya norak, deh.
  • Orang yang tidak bisa diam. Mengingat deret kursi yang ditempati penonton itu saling berhubungan, otomatis bila ada yang tidak bisa diam maka sebaris deret akan merasakan juga. Orang seperti ini enaknya disuruh lesehan saja, tepat di depan layar bioskop.
  • Orang yang suka kentut. Ini sih tidak hanya di bioskop. Dimanapun juga sangat mengganggu, yah🙂
  • Orang yang pacaran. Jangan salah. Orang pacaran sekarang tidak selalu pilih tempat duduk ujung pojok dekat tembok, atau deret paling belakang. Dan itu sangat mengganggu, saudara-saudari. Kenapa tidak sekalian check in saja di hotel, coba?
  • Orang yang tidak on time. Datang terlambat. Kalau film belum dimulai, atau baru dimulai beberapa menit, mungkin masih bisa diterima. Tapi kalau sudah lewat 15 menit, itu maksudnya apa? Apa dia tidak bingung dengan film yang ditonton? Belum kalau duduk di deret tengah dan harus melewati beberapa penonton untuk sampai ke kursinya. Sangat mengganggu.
  • Yang hampir setipe dengan orang yang datang terlambat adalah orang yang hobi ke kamar kecil. Baiklah, kita tidak bisa menolak panggilan alam. Tapi kalau harus bolak-balik ke kamar kecil, pilihlah kursi di tepi deret, dekat aisle. Setidaknya tidak terlalu mengganggu kalau harus ke kamar kecil, karena tidak harus melewati deretan penonton.
  • Namun, duduk di tepi deret dekat aisle juga tidak terlalu nyaman. Selain menjadi yang paling sering dilewati orang, juga posisinya tidak tegak lurus dengan layar bioskop. Agak condong, gitu. Tapi, yang lebih menjengkelkan adalah bila orang yang duduk tepat di belakang kita memiliki kaki panjang dan ‘suka kemana-mana’. Kadang kakinya bisa sampai di sebelah kepala kita. Oke, kakinya memang masih di tangga aisle, tapi ada di sebelah kepala kita. Belum kalau si kaki mengeluarkan aroma-aroma yang aduhai.

Sejauh ini mungkin hanya itu yang sangat mengganggu saya saat nonton di bioskop. Entah kalau orang lain. Setidaknya, dengan mendata hal-hal yang menjengkelkan ini, saya berusaha tidak bertindak seperti itu. Takut kualat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s