Jingga

weheartit

Aku penyuka jingga. Selalu, sejak dulu. Seceria pagi, pun sehangat sore. Segala hal positif ada di jingga. Jinggaku.

Hingga aku harus terpisah jarak dan waktu denganmu.

Oktober ini. Aku berjalan seorang diri menyusuri tepi sungai. Jalan berhias daun jingga yang berguguran. Ya. Jingga. Jinggaku kini bermakna rindu. Rindu padamu.

Apa kabarmu? Terpisah setengah lingkar bumi, membuat waktu lebur berantakan. Sedang apa kau disana? Bermain hujan seperti biasa? Atau menunggu pak kumis datang dengan gerobak baksonya? Rinduku pada masa-masa itu.

Jingga kini sendu bagiku. Jingga yang aku pungut dari tanah, meremas lumat hingga hancur berdebu pun tak mampu mengobatinya. Akhirnya, tiba juga masa betapa aku begitu membenci jingga. Jinggaku. Jingga yang memisahkanku darimu.

Anakku, Jingga.

Aku rindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s