Putih

weheartit

Sepi. Ruang putih bersih. Hanya bunyi alat-alat medis yang terdengar. Aku berdiri sendiri di luar ruang. Menatap sendu sosok yang sedang terbaring diam di atas ranjang. Segala macam selang, kabel, tabung, entah apalagi, terhubung dengan tubuhnya. Tujuannya satu. Menyambung nyawa.

“Hallo…”

Aku menoleh. Sosok laki-laki setengah baya menyapa. Ku jawab dengan senyum sopan.

“Sendirian?”

“Iya. Bapak?”

“Sama.”

Aku kembali melayangkan pandangan ke ruang ICU. Masih sama.

“Sudah lama?”

“Seminggu, Pak.”

Dia tersenyum. Lalu mengajakku duduk di kursi plastik yang berderet di selasar.

“Kita tidak pernah tahu sampai kapan ada di sini. Pintar-pintarlah istirahat.”

Aku mengangguk. Dia mempererat jaketnya. Malam ini memang lebih dingin dari kemarin-kemarin. Mungkin karena hujan sesore tadi.

“Bapak sudah lama di sini?”

“Sudah.”

“Yang sakit siapa, Pak?”

“Seseorang.”

Dia tersenyum. Aku hampir bertanya lagi, ketika terdengar sedikit keributan di dalam ruang ICU. Semacam menonton sinetron di layar televisi. Kegiatan darurat terbingkai jendela dari tempat aku berdiri sontak dari dudukku tadi.

Dokter dan beberapa perawat melakukan tindakan pada pasien  yang terbaring di ranjang. Layar monitor di meja sampingnya hampir seluruhnya dihiasi garis lurus. Pijat jantung. Nafas buatan. Tabung oksigen datang. Riuh. Aku menonton sambil menahan nafas.

Dan ketika bunyi nyaring melengking dari monitor, tenggorokanku tercekat. Tiga garis lurus tergambar sempurna. Dokter dan para perawat saling pandang. Lalu melepas alat-alat yang menempel di tubuh si sakit.

Berakhir. Selesai.

Laki-laki separuh baya sudah berdiri disampingku. Tersenyum hangat.

“Ayo, Nak. Sudah waktunya kita pergi.”

Aku menghela nafas. Tubuhku memutih sempurna. Ringan melayang. Aku kembali mengangguk dan tersenyum sopan. Berdua kami berjalan menyusuri lorong rumah sakit dalam gelap dan dingin malam. Menuju ruang transit keabadian.

Kamar jenazah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s