Hitam

weheartit

Double espresso. Mandailing Arabica. Decaf, please…”

Barista itu mengangguk sambil tersenyum. Diterimanya lembar seratus ribuan dari tanganku. Menunggu sejenak, sampai si hitam cantik berpindah ke tanganku.

Ruangan tak terlalu ramai. Ku pilih kursi kayu dekat jendela, tak jauh dari counter. Memandang langit dan hiruk pikuk lalu lintas menjelang sore dari atas sini sepertinya bukan pilihan yang keliru. Ku letakkan mug putih dan blackberry disampingnya.

Aku, dan duo hitamku. Tak ingin diganggu. Hanya ingin menikmati yang sulit dinikmati sehari-hari. Kontemplasi. Sendiri. Dengan seruput kopi sekali-sekali.

Benda hitam berkilau itu berderak. Ada message masuk.

Kamu dimana sekarang?

Tak ku balas. Aku hanya ingin sendiri. Bersama si duo hitam. Mentari merebah sedikit demi sedikit. Silaunya ditutup mega menggulung. Hanya kilas-kilas garis sinarnya mengintip disana sini. Sempurna. Pemandangan yang kontras dengan deretan mobil yang mulai memadat di bawah sana. Akan mencapai puncak kerapatannya tak lama lagi. Lihat saja.

Meja kayu kecil ini kembali ikut berderak. Message baru.

Kamu dimana?

Tak ku jawab. Aku masih ingin menikmati kesendirianku. Tentu saja, bersama duo hitamku. Dan Mandailing Arabica tersisa setengah tinggi mug. Sudah mendingin pula. Tak apa. Toh aku bukan pemuja setia kopi panas.

Ketika awan bergulir meninggalkan mentari, kilaunya tertutup pencakar langit tepat di pukul empat. Strategi sempurna. Masih bisa kurasakan keindahan sinarnya yang mengintip malu dari bilah-bilah jendela kaca. Andai aku bisa mengabadikan pemandangan ini sesempurna nyatanya.

Kembali, ada derakan baru. Another message.

Kamu dimana? Papa masuk RS. Stroke.

Kali ini, aku tak hanya bersama kopi dan blackberry. Ada hitam lain di hati dan kepalaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s