Abu-Abu

weheartit

Aku masih berdiri gagah di tepi pantai. Langit kelabu. Sepertinya hujan sudah tak sabar akan turun. Tapi aku masih geming, walau sudah tak ada yang lain menemani.

Di kejauhan, sebaris bayang tertangkap jelas. Entah pulau apa itu. Tipis memanjang di cakrawala. Rasanya seperti akan ditelan lautan tak lama lagi.

Langit semakin menggelap. Gemuruh mulai terdengar sesekali. Angin pun lebih galak dari sebelumnya. Akankah memburuk? Akankah mengganas?

Aku masih geming berdiri. Menatap jauh ke garis horizontal. Pulau itu masih terlihat. Sendiri. Sama sepertiku disini.

Semua sudah jadi abu-abu. Dengan segala tingkat gradasinya. Air mulai menitik. Sedikit demi sedikit. Bertambah banyak dan kencang. Pulau di kejauhan sudah mulai kabur membayang. Pun aku mulai goyah dari diam.

Sepertinya memang sudah waktunya menyerah.

Aku luruh.

Ya. Aku. Sang istana pasir. Menyerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s