Coklat

weheartit

Dia menjatuhkan cokelat batangan dari tangan. Senyumnya mengembang lebar. Seekor anak anjing berbulu coklat datang menghampiri. Disambut dengan suka cita dan pelukan hangat. Nampaknya, si anjing pun merasakan hal yang sama.

“Namanya Choco!”

Maka resmilah sudah, Choco jadi bagian keluarga kami. Lucu dan menggemaskan. Lari kesana kemari. Menggigit semua yang bisa digigit. Melompat, berguling, merambat dan entah atraksi apalagi yang bisa membuat semua orang jatuh cinta padanya.

Sampai di suatu hari Minggu sore nan cerah, kami mendapati Choco diam geming tak bergerak. Pun tak ada denyut jantung dan deru nafas. Choco berpulang. Awan sendu menggelayuti rumah kami. Sedu sedan terdengar tak henti.

“Choco……”

Kami berusaha menghiburnya, walau tentu saja muskil rasanya. Anak sekecil itu harus sudah mengalami kehilangan yang menyakitkan.

“Padahal tadi dia suka sekali waktu aku kasih cokelat. Tapi kok tiba-tiba mati?”

Kami saling berpandangan.

Sepertinya, dia tak sadar telah membunuh Choco.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s