Maroon

weheartit

Dia duduk di sana. Di salah satu kursi kafe ini. Menghadap jalan yang tak henti oleh lalu lalang penggunanya. Duduk membelakangiku. Rambutnya yang panjang melambai-lambai sesaat tertiup angin. Dihiraukannya. Sibuk berbincang dengan beberapa teman.

Aku tak mungkin salah. Walau aku tak melihat wajahnya, aku yakin itu dia. Punggungnya. Rambut coklatnya. Gesturnya. Suara dan tawanya. Semuanya. Tak mungkin ku lupa.

Juga topi merah maroonnya. Topiku. Yang tadi pagi dia curi dari lapakku di bazaar.

Iklan