Ochre

weheartit

β€œTadaaaa!”

Aku melepaskan kedua telapak tanganku yang menutupi matanya dari belakang. Dia terbelalak. Sebuah ranjang besar nan empuk terhampar di depan kami. Berlatar papan kayu, juga rak buku permintaannya. Cahaya lampu membuat warna ochre menjadi terasa lebih hangat.

Dia memelukku.

β€œThank you, Honey. I love it. A lot!”.

Kami kembali memandang hasil jerih payahku. Ranjang kami. Sepertinya tak akan sia-sia dia memilih seorang handyman untuk menjadi calon suaminya.

Aku tersenyum. Puas.

*

Aku masih ingat semua detilnya. Setiap millimeter dari ranjang itu. Ranjang yang aku buat dengan tanganku sendiri. Ranjang yang akan dipakai setelah menikah. Semuanya masih sama.

Yang berbeda hanya satu. Dia mengganti calon mempelai pria.

Iklan