Marigold

weheartit

Aku berjongkok di depan lemari yang baru saja di cat ulang dengan warna marigold. Lemari kecil berlaci banyak. Lemari yang sudah ada sejak aku masih anak-anak.  Dulu, lemari ini milik ibu. Dipakai untuk menyimpan surat-surat penting miliknya.

Ibu membolehkan aku memiliki salah satu laci mungilnya. Ku simpan kertas-kertas berisi hasil coretanku di dalamnya. Juga beberapa benda seperti pensil warna, crayon dan sejenisnya.

Entah kenapa, aku justru tertarik pada laci lain yang bukan milikku. Laci milik ibu. Suka melihat barang-barang di dalamnya. Walaupun saat itu aku belum bisa membaca. Sampai aku menemukan tumpukan surat bersampul marigold muda, warna favorit ibu. Yang diikat rapi menjadi satu dengan tali berwarna coklat. Cantik sekali warnanya.

“Apa itu, Nak?”

Tanya ayah yang tiba-tiba muncul di belakangku saat itu. Ku ulurkan segepok surat bersampul marigold muda. Ayah membacanya satu persatu. Setelah itu, aku tak pernah bertemu ayah lagi.

Tumpukan surat itu. Surat dari kekasih ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s