Azure

weheartit

Aku belum pernah bertemu Azure. Perkawinan antara biru dan cyan.

“Langka, memang. Tapi cantik sekali.”

Aku iri padanya. Dia sering bertemu azure.

“Ikut aku. Kau akan bertemu azure.”

“Aku tak bisa…”

“Belajar. Jangan takut.”

Dia tersenyum meyakinkanku. Aku luluh.

*

Aku sudah siap dengan papan selancar. Dia kembali meyakinkanku.

“Siap?”

Aku mengangguk. Kami meluncur. Berbaring telungkup di atas papan. Menengah sedikit demi sedikit. Tangan kanan dan kiri mengayuh bergantian. Ombak bergulung di depan sana.

“Sekarang!”

Kami sontak berdiri di atas papan selancar. Berusaha seimbang di antara derak-derak air yang menggulung. Sulit. Tapi harus. Demi azure.

Mana? Mana dia? Mana Azure? Aku berusaha mencari di dalam gulungan ombak. Hingga akhirnya aku harus kalah. Terpelanting dari atas papan seluncur.

Dan ketika tubuh terhempas di air, saat itu aku bertemu azure. Untuk pertama kalinya.

“Hai! Kamu cantik, azure…”

Lega bisa bertemu dengannya.

Walau setelahnya, dunia menggelap gempita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s