Pisah/Sambung?

Sebenarnya, saya sudah pernah menulis tentang ini. Tapi rasanya tidak ada salahnya kalau saya ulang lagi. Kenapa? Karena saya masih menemukan kesalahan serupa pada beberapa tulisan yang saya baca.

Kesalahan apa itu?

Tentang di dan ke. Ya, anda tidak salah baca. Sepertinya masih banyak yang bingung apakah di dan ke harus ditulis terpisah atau disambung dengan kata yang menyertai.

Jadi, mari kita mulai🙂

 

Dalam bahasa Indonesia, di punya dua fungsi. Sebagai kata depan (preposisi) dan sebagai imbuhan (prefiks). Bagaimana membedakannya?

Di sebagai kata depan (preposisi) ditulis terpisah dengan kata yang menyertai. Sebagai kata depan (preposisi) biasanya diikuti oleh kata keterangan tempat. Contoh: Di sana, di antara, di pasar, dll.

Di sebagai kata imbuhan (prefiks) ditulis tersambung dengan kata yang menyertai. Sebagai kata imbuhan (prefiks) biasanya diikuti oleh kata kerja. Contoh: dimakan, dilihat, ditulis, dll.

Untuk memudahkan bagi yang masih bingung, ganti saja di dengan imbuhan me-. Jika dalam kalimat, di bisa diganti dengan imbuhan me-, dan tetap memiliki arti yang sama, berarti di berfungsi sebagai imbuhan (prefiks). Contoh: Dimakan-Memakan, Dimasak-Memasak, dll.

Namun jika dalam kalimat di diganti dengan imbuhan me-, dan memiliki arti berbeda, berarti di berfungsi sebagai kata depan (preposisi). Contoh: Di antara-Mengantara, Di pasar-Memasar, dll.

Namun, dalam bahasa Indonesia juga terdapat kosakata yang memiliki arti ganda. Sebagai kata keterangan tempat juga sebagai kata kerja. Maka berhati-hatilah menggunakan di. Contoh: kata BALIK. Sebagai kata depan (preposisi): Dia bersembunyi di balik tembok. Sebagai kata imbuhan (prefiks): Telur goreng itu dibalik setelah salah satu sisinya matang.

 

Sama halnya dengan di, ke juga memiliki dua fungsi. Sebagai kata depan (preposisi) dan sebagai imbuhan (prefiks). Namun, sejatinya ke hampir selalu ditulis terpisah dengan kata yang menyertai (apapun fungsinya). Ke hanya akan ditulis bersambung pada kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kosakata. Contoh: kepada, kesampingkan, keluar, dll.

 

Bagaimana? Sudah lebih jelas sekarang? Semoga bisa bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s