Tanda Petik

Tanda petik mengapit kalimat langsung yang berasal dari sebuah pembicaraan.

Contoh:

“Aku pergi saja,” pamit Sinta.

 

Tanda petik mengapit judul buku, lagu, karangan, dll, yang dipakai dalam kalimat.

Contoh:

Dia membacakan “Karawang Bekasi” karya Chairil Anwar.

 

Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau yang mempunyai arti khusus.

Contoh:

Dia mengikuti tren yang berlaku di kalangan remaja sekarang dengan menggunakan bahasa “alay”.

 

Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

Contoh:

Adik berkata, “Aku minta es krim.”

 

Tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan khusus, tidak mengapit tanda baca penutup yang ada dalam kalimat.

Contoh:

Karena mahir ilmu beladiri, ia dipanggil “Jagoan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s