Awalan

Seharusnya, saya cerita tentang awalan (afiks) di awal-awal posting. Sungguh tidak berstruktur cara berfikir saya🙂 Tapi tak apa lah. Daripada tidak sama sekali, kan? Mari kita bahas tentang awalan.

Awalan merupakan bagian dari imbuhan yang diikuti kata dasar. Jenis awalan dalam bahasa Indonesia ada me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per- dan se-. Awalan bisa berdiri sendiri diikuti kata dasar, juga bisa digabungkan dengan akhiran.

Beberapa awalan memiliki aturan khusus, yaitu me-, ber, se- dan pe-. Mari kita urai satu persatu.

 

Me-

Pembentukan kata baru tidak berubah jika awalan me- bertemu kata dasar dengan huruf pertama l, m, n, q, r, w.

Contoh: me- + makan = memakan

Pembentukan kata baru akan mengubah me- menjadi mem-, jika awalan me- bertemu kata dasar dengan huruf pertama b, f, p*, v.

Contoh: me- + bunuh = membunuh ; me- + pukul = memukul

Pembentukan kata baru akan mengubah me- menjadi men-, jika awalan me- bertemu kata dasar dengan huruf pertama c, d, j, t*.

Contoh: me- + curi = mencuri ; me- + tutup = menutup.

Pembentukan kata baru mengubah me- menjadi meng-, jika awalan me- bertemu kata dasar yang memiliki huruf pertama huruf vokal, g, h, k*.

Contoh: me- + asuh = mengasuh ; me- + kuras = menguras.

Pembentukan kata baru mengubah me- menjadi menge-, jika awalan me- bertemu kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata.

Contoh: me- + tik = mengetik.

Pembentukan kata baru mengubah me- menjadi meny-, jika awalan me- bertemu kata dasar yang memiliki huruf pertama s.

Contoh: me- + sapu = menyapu.

 

Huruf dengan tanda bintang * (k, p, t), memiliki sifat khusus:

Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal.

Contoh: me- + kipas = mengipas ; me- + pukul = memukul ; me- + tutup = menutup

Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.

Contoh: me- + klasifikasi = mengklasifikasi.

Tidak dilebur jika kata dasar merupakan bahasa asing yang belum diserap menjadi bahasa Indonesia.

Contoh: me- + cover = mengcover

 

Se-

Awalan se- akan membentuk makna “satu”, jika disambung dengan kata benda yang menyatakan satuan ukuran.

Contoh: Dia makan sepiring bihun goreng.

Awalan se- akan membentuk makna “seluruh” atau “segenap”, jika disambung dengan kata benda.

Contoh: Mata teman sekelas menatap padanya.

Awalan se- akan membentuk makna “sebanding”, “sama” atau “serupa”, jika disambung dengan kata sifat.

Contoh: Dia tak menemukan wanita secantik ibunya.

Awalan se- akan membentuk makna “sama waktu” atau “pada waktu”, jika disambung dengan kata kerja.

Contoh: Sepulang dari sekolah, adik langsung menyusul ibu.

Awalan se- akan membentuk makna “sebanyak”, “seberapa” atau “sesuai”, jika disambung dengan kata kerja yang menyatakan kesiapan atau kesanggupan.

Contoh: Dia boleh memilih makanan sesukanya.

Sedangkan awalan se- pada kata seperti setelah, sesudah, sebelum dan sehingga, berfungsi membentuk kata penghubung (konjungsi).

 

Ber- dan Pe-

Dua awalan ini memiliki aturan khusus dalam membentuk kata turunan.

Contoh:  ber- + kerja = bekerja (huruf r dihilangkan)

ber- + ajar = belajar (huruf r digantikan l)

pe- + perkosa = pemerkosa (huruf p luluh menjadi m)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s