Bilangan

Angka digunakan untuk menyatakan nomor. Biasanya menggunakan angka Arab (1, 2, 3) dan angka Romawi (I, II, III)

Angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, isi, luas (1 cm, 5 kg, 10 hektar), waktu (1 jam 30 menit, 1 Januari 2000),  nilai uang ( Rp 5000,-, $150), kuantitas (30 orang, 1 perumahan).

Angka digunakan untuk memberi nomor pada detil alamat (jalan, rumah, kamar, dll).

Contoh: Jl. Anggrek No. 13

Angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat dalam kitab suci.

Contoh: Bab 5, ayat 21

Lambang bilangan dapat ditulis dengan menggunakan angka maupun huruf.

Contoh: 100% = seratus persen

Penulisan lambang bilang yang menyatakan tingkat, dapat dilakukan dengan menggunakan angka Romawi (Bab X), angka Arab (Bab ke-10), perpaduan keduanya (Bab X, halaman 56, cetakan ke-3).

Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran (sufiks) –an, mengikuti angka sebelumnya.

Contoh: era 90-an, uang 1000-an

Lambang bilangan yang terdapat di awal kalimat, ditulis dengan huruf. Lambang bilangan yang terdapat di tengah atau akhir kalimat, dapat ditulis dengan angka atau huruf.

Contoh: Dua puluh atlet berhak ikut dalam babak selanjutnya.

Angka tengan jumlah besar dan utuh dapat dieja sebagian untuk memudahkan dibaca.

Contoh: Penduduk Indonesia sudah lebih dari 200 juta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s