Belimbing

belimbing image

Aku mengangkat ke atas belimbing yang baru diiris. Memicingkan salah satu mata ketika melihatnya.

“Kenapa?”

“Kayak bintang di langit.”

Dia mengangkat alis. Aku tersenyum padanya.

“Kayak kamu. Susah didapat.”

“Gagal gombal!”

Aku tertawa.

“Apa sih susahnya bilang ‘iya’? Toh kamu juga cinta sama aku.”

“Ge er maksimal!”

“Ini kenyataan. Iya, kan? Ngaku, deh?”

Dia hanya tersenyum.

“Ayolah…menikahlah denganku. Jawab ‘iya’.”

Dia hanya tersenyum. Lalu pergi membawa pisau setelah selesai mengiris belimbing yang menyerupai bintang di langit.

*

Malam ini aku duduk sendiri di balkon kamar. Menatap langit gelap dengan bintang berserak. Indah, tapi sendu.

Aku menunjuk satu bintangku di langit Utara. Itu belimbingku. Itu kamu. Yang selalu enggan mengucap ‘iya’ pada setiap ajakan menikahku. Yang menafikan cinta hanya karena kau tahu hidupmu tak lama lagi.

Damailah kau di langit, belimbingku…

2 thoughts on “Belimbing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s