Strawberry

strawberry image

Paradoks. Guilty pleasure.

Kenapa hanya ada dairy chocolate fountain? Seeking for the dark one.

Ah, sudahlah. Tak terlalu penting rasanya. Berusaha keras menahan derasnya produksi saliva, di antara antrian orang-orang dengan niat yang sama.

Akhirnya, tiba juga giliranku.

Mencelupkan strawberry ke dalam pancuran cokelat. Lalu mengigitnya dengan takzim. Tuhan, ini surga! Paradoks yang sebenar-benarnya. Antara asam segar dengan manis legit, membantai indera pengecap. Tiada ampun. Segigit demi segigit. Tak ada yang mampu menandingi. Sekelilingku terasa hening. Hanya aku dan duniaku.

Hingga seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Antrian mengular.

“Gantian, Mbak. Kalo mau yang gratis kayak gini, jangan banyak-banyak makannya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s