Apokat

avocado image

Mulut kami menganga. Tas plastik itu menampakkan isinya. Beberapa butir apokat. Berbunyi ‘tuk-tuk’ ketika digoyangkan, pertanda matang sempurna.

Juice!”

“Es teler!”

Cake, please…”

“Ah, kebanyakan permintaan.”

Aku lalu membawa tas pergi tas plastik dan memasukkannya dalam lemari pendingin.

*

Keesokan harinya, pipiku tiba-tiba dikecup. Pelakunya tersenyum senang tanpa dosa.

“Dalam rangka apa cium-cium?”

“Kamu baik, deh.”

Aku mengerutkan kening.

“Iya. Udah bikinin juice apokat. Tapi kayaknya kurang encer dikit. Rada ribet kalo pake sedotan.”

Aku bingung.

“Itu, yang di kulkas, yang ada di mangkuk biru.”

Aku baru sadar, lalu terbahak.

“Kenapa?”

“Itu bukan juice apokat.”

“Terus, apa?”

“Itu apokat yang aku blender, terus dicampur beberapa bahan. Didinginkan sebentar. Nanti mau dipake buat masker wajah.”

“…..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s