Salak

salak image

Senyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan pulang. Membayangkan segerombol salak pondoh oleh-oleh tetangga yang menanti di rumah. Rasa manis sepat yang selalu kurindukan. Belum lagi aroma harum menguar ketika dikupas.

Berkernyit dahi ketika mendapati kulit salak pondoh bertebaran di meja ruang tengah. Tersangka utama hanya tersenyum tanpa dosa menyambut kacak pinggangku. Hanya tinggal beberapa butir tersisa. Itupun hanya dalam hitungan jari sebelah tangan.

“Habis enak, sih.”

“Katanya konstipasi?”

“Makan buah kan memperlancar buang air.”

“Tapi salak sebaliknya.”

Senyum di wajahnya hilang seketika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s