(Pantang) Mati Sebelum Ajal

weheartit.com

weheartit.com


Istilah itu saya dapat dari tweet Ferasta Soebardi a.k.a Pepeng Soebardi (@_Pepeng). Komedian heboh yang kini ‘berteman akrab’ dengan multiple sclerosis. Penyakit yang membuatnya jadi bersaudara kembar siam dengan tempat tidur. Penyakit yang konon harus membuatnya meringis menahan nyeri setiap menggerakkan tubuh. Menyiksa, tentu saja. Tapi tak membuatnya ‘mati sebelum ajal’. Ya, pantang mati sebelum ajal. Beliau masih bisa berbuat banyak dari atas tempat tidur. Banyak sekali. Termasuk memotivasi orang lain untuk tidak menyerah pada keadaan.
Ya. Kadang ada orang yang (memilih) mati sebelum ajal. Ketika terserang penyakit, bagaimanapun tingkat keparahannya, tak sedikit yang ‘menyerah’ dalam proses. Tak mau (lagi) berobat, abai pada larangan, tidak disiplin, bahkan menyerah semenyerah-menyerahnya dengan menunggu ajal tiba.
Tak hanya berhubungan dengan sakit dan penyakit. Dalam kehidupan sehari-hari, tak sedikit kita temui orang-orang yang mati sebelum ajal. Menyerah sebelum berusaha, berujar tak mampu sebelum mencoba, bahkan balik kanan bubar jalan tanpa melakukan apapun.
Bisa jadi saya juga salah satu diantaranya di beberapa kasus. Hei, tapi bukan berarti kita tidak bisa berubah, kan? Menjadi individu yang lebih baik. Untuk diri sendiri dan (semoga) untuk orang banyak. Pantang mati sebelum ajal. Sehingga, ketika tiba waktunya ajal datang, tak ada penyesalan mendalam dan kita bisa berpulang dengan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s