Bersyukur

weheartit.com

weheartit.com

Dulu, salah satu guru saya pernah berkata ‘Kalau melihat bintang di langit, jangan lupa rumput di tanah’. Kenapa tiba-tiba saya jadi ingat ucapan beliau? Gara-gara pemandangan yang terlihat dari kaca jendela sebuah pesawat. Indah. Walaupun, kadang juga tak terlihat apapun ketika kita terbang di malam hari. Namun saya selalu suka dengan apa yang tersirat dibalik ungkapan beliau itu.

Kadang kita begitu fokus dengan tujuan, cita-cita, atau bahkan orang lain yang ‘lebih’ dari kita. Ya, bintang di langit memang begitu menggoda, hingga kadang membuat kita sering mengeluhkan keadaan kita yang tidak seperti bintang di langit.

Padahal, di lain sisi, ada rumput hijau di tanah yang tak kalah menawan. Walau tempatnya di bawah, diinjak, kehujanan, kepanasan, tapi tetap saja tumbuh dengan suburnya. Kadang suka malu pada rumput. Apalagi kalau sudah muncul kebiasaan mengeluh.

Tak melulu tentang bintang dan rumput. Ini tentang kemauan kita untuk bersyukur. Ya. Kemauan, bukan kemampuan. Bisa jadi kita ingin seperti bintang di langit, yang kadang membuat kita lupa bersyukur akan apa yang kita punya. Oleh karenanya, sekali-kali tengoklah rumput di tanah. Yang keindahannya sanggup membuat kita malu untuk mengeluh.

Jadi, sudah bersyukur hari ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s