Kenalan Yuk!

weheartit.com

weheartit.com

“Ma, Iput lagi digebet cowok!”

“Apaan, sih?!”

“Iya. Besok mau ketemuan, Ma.”

“Ngaco, deh!”

“Bener, Put?”

“Iih! Mama jangan percaya omongan Leon, deh.”

Aku bersungut-sungut. Leon justru tertawa-tawa. Mama seperti biasa, hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua anaknya yang tak pernah akur.

Heran. Dari mana Leon tahu kalau aku sedang dekat dengan seseorang? Bahkan punya janji temu dengannya besok? Tak seorangpun tahu tentang ini. Bahkan aku bungkam pada sahabat-sahabat terbaikku.

Masa bodoh! Yang penting rencana besok tidak boleh gagal.

*

Aku duduk manis di salah satu gerai fast food. Sekali lagi memastikan diri tak ada yang kurang sedikitpun. Manis, tak berlebihan. Kembali kugeser layar smartphone, memastikan tak ada yang terlewat. Janji temu pertama kali dengan teman yang kukenal di sosial media, ternyata bisa membuat jantung berirama tak seperti biasanya.

@iputputi : @_noeL Udah nyampe, nih. Kamu dimana?

Jawaban muncul tak lama kemudian.

@_noeL : @iputputi Bentar, yah. Udah deket, kok.

Aduh, kenapa jadi gelisah begini? Aku kembali menggeser-geser layar sentuh, membaca timeline untuk membunuh waktu, ketika seorang waiter fast food mengangsurkan cola float ke hadapanku.

“Saya nggak pesen ini, Mas…”

“Ini dari Mas yang di meja dekat pintu sana. Katanya buat Mbak. Ini ada pesan dari dia,” waiter itu mengangsurkan secarik kertas.

Aku menoleh kearah yang ditunjuk. Sayang, pandanganku terhalang barisan orang yang sedang mengantri. Waiter itu sudah berlalu, ketika kubaca tulisan yang ada di secarik kertas.

Kenalan Yuk!

@_noeL

Aku membali melayangkan pandangan kearah meja dekat pintu. Lalu seperti disambar petir ketika melihat siapa yang duduk di sana dalam balutan pakaian yang sangat kukenal.

@_noeL. noeL. Leon.

Leon sedang melambaikan tangannya padaku sambil menyeringai.

12 thoughts on “Kenalan Yuk!

  1. ““Ma, Iput lagi digebet cowok!”

    “Apaan, sih?!”

    “Iya. Besok mau ketemuan, Ma.”

    “Ngaco, deh!”

    “Bener, Put?”

    “Iih! Mama jangan percaya omongan Leon, deh.””
    cmiiw: sebaiknya ada penjelas siapa yang berdialog jika lebih dari 2 tokoh.

    “Janji temu pertama kali dengan teman yang kukenal di sosial media”
    cmiiw: kamu pakai google translate, kan artinya media sosial?

    “Aku membali melayangkan pandangan kearah meja dekat pintu.”
    cmiiw: apa ini maksudnya?

    keseluruhan:
    aku juga pernah buat yang seperti ini, hihihi judulnya “menjadi kepompong”
    yang berbeda dari ceritamu minimnya pesan nasihat. penting lho untuk membubuhkan nasihat itu dalam sebuah cerita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s