Orang Ketiga Pertama

weheartit.com

weheartit.com

“Aaa! Apa ini?!” mama berteriak. Mrs. Drama Queen mulai bereaksi berlebihan.

“Itu fettuccine alfredo, Ma…” aku masih takjub dengan reaksinya.

“Kok rasanya nggak karuan gini?” wajah mama masih aneh.

“Emang gitu rasanya. Itu sudah sesuai resep,” jawabku membela diri.

“Pa, coba cicip, deh,” seru mama sampil menghampiri papa yang duduk di sofa depan televisi. Papa hanya menurut saja ketika disuapi. Wajahnya datar saat mengunyah pelan-pelan.

“Gimana rasanya, Pa?” tanyaku.

Papa diam. Sepertinya masih mencari jawaban yang tepat, tapi tidak menyinggung perasaan siapapun.

“Rasanya ada yang kurang, tapi apa ya?” jawab papa.

“Bilang aja nggak enak, Pa. Ini anak gadis, masak makanan yang gampang seperti ini kok nggak bisa. Payah, ih!” repet mama lebay.

Aku merengut.

*

“Beib…sini, deh. Dicobain masakanku, ya,” aku merayu Reno. Sepertinya dia tidak keberatan ketika kusodori seporsi fettuccine alfredo buatanku.

“Hati-hati, Reno. Rasa masakannya aneh, lho,” mama mulai berulah.

Reno hanya tersenyum, lalu mulai menikmati hidangannya. Sesuap demi sesuap. Kami bertiga menunggu respon darinya. Raut wajahnya tak terbaca. Hanya ada ketekunan menghadapi fettuccine alfredo.

Sampai piring itu tandas. Habis dan bersih!

“Gimana rasanya, Beib?”tanyaku.

“Enak…” dia melap bibirnya yang belepotan saus. Aku menyeringai lebar.

“Yakin, Reno?” mama nampak 100% tak percaya.

“Enak kok, Tante,” Reno tersenyum.

“Kalo nggak enak, nggak mungkin Reno ngabisin makanannya,” sambut papa masih dari arah sofa.

“Kalo itu kebiasaan saya dari kecil, Om. Kalau makan harus habis,” jelas Reno.

“Nah, jadi bener, kan. Masakanku emang enak,” ujarku senang. Reno adalah orang ketiga yang mencicipi fettuccine alfredo buatanku, tapi jadi yang pertama mengikrarkan kelezatannya.

“Tapi kamu inget kebiasaanku yang lain kan, Beib?” tanya Reno tiba-tiba.

“Kebiasaan apa?” aku bingung.

“Buat aku makanan itu nggak ada yang nggak enak. Yang ada cuma enak dan enak sekali. Jadi, kalo masakanmu aku bilang enak, kira-kira aja sendiri maksudnya,” ujarnya sambil berlalu, seakan tanpa dosa.

“…..”

2 thoughts on “Orang Ketiga Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s