Cuti Sakit Hati

weheartit.com

weheartit.com

Kami masih menekuni es krim cokelat dari mangkuk masing-masing. Menyuap sesendok demi sesendok ke dalam mulut.

“Tumben. Dalam rangka apa makan es krim sebanyak ini? Patah hati? Putus cinta?” selidikku dengan mulut penuh.

Dia menggeleng.

“Enggak ada apa-apa. Biasanya juga begini. Kadang satu liter aku habisin sendiri hehehe…” cengirnya.

“Enak, ya. Mau makan apapun, sebanyak apapun, kayaknya nggak ada pengaruhnya ke badan. Langsing aja dari dulu,” cetusku iri.

“Eits! Jangan salah. Punya badan kayak gini, nggak jaminan bebas bully,” matanya melebar tiba-tiba.

Bully? Siapa?”

“Aku ini korban bully di kantor. Dikatain kurus kering lah, kurang gizi lah, dada rata lah, tiang listrik berjalan lah, macem-macem, deh,” serunya.

“Terus? Kamu diem aja gitu?”

“Awalnya sih sempat jengkel juga. Tapi lama-lama udah kebal hehehe,” kekehnya.

“Cuti sakit hati, nih?” godaku. Dia menggeleng.

“Yang cuti sakit hati itu harusnya mereka. Bukan aku.”

“Kok gitu?” aku bingung.

“Aku anggap yang mereka lakukan selama ini adalah bentuk iri mereka padaku. Kenapa? Di saat mereka harus diet ketat, olahraga mati-matian, aku malah jadi onmivora sejati. Pemakan segala, tanpa pusing harus rutin ke gym hahaha,” jelasnya sambil tertawa. Refleks, aku tertular tawanya.

“Belum lagi, ada kebijakan dari kantor untuk general medical check up setahun sekali. Itupun hasilku selalu sehat walafiat, tidak kurang suatu apapun. Tambah bete aja mereka hihihi,” dia kembali terkikik.

“Susah sih kalo urusannya sama iri dengki,” tawaku belum habis.

“Itulah makanya aku bilang, kalo belum bisa berhenti sakit hati gara-gara iri dengan kondisiku, minimal ambil cuti dulu, deh. Enggak cuma pekerjaan yang boleh cuti. Cuti sakit hati juga boleh, kok. Hahaha!” tawa kami kembali pecah.

2 thoughts on “Cuti Sakit Hati

  1. dulu saya juga gitu mbak, makan banyak dan stay skinny. tapi sekarang udah nyampe berat badan ideal, jadi mesti dibatesin kali yak ngemil-ngemilnya.. hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s