Sambungan Hati Jarak Jauh

weheartit.com

weheartit.com

Percakapan sepasang suami isteri sebelum tidur di suatu malam.

“Pa…”

“Hmm…”

“Ayo cerita. Kan udah janji.”

“Aku ngantuk,” si suami lalu menguap.

“Tapi tadi kan udah janji mau cerita,” rengek si isteri.

“Iya…iya…Tapi ceritanya panjang.”

“Enggak apa-apa,” wajah si isteri berubah ceria.

“Jadi, Indra dan Nana itu teman lama. Teman dari kecil. Rumah mereka dekat satu sama lain. Tapi satu sekolah cuma waktu SMA, itupun nggak pernah sekelas,” cerita sang suami sembari membetulkan posisi bantalnya.

“Mereka pacaran?”

“Enggak pernah. Cuma temen main. Bareng aku juga. Aku satu sekolah bareng Indra sejak SMP. Mereka masing-masing pacaran sama orang lain. Gitu.”

“Terus?” pinta si isteri.

“Lulus SMA, mereka kuliah di universitas yang berbeda, tapi kadang kalo main, nongkrong atau gaul, masih sama temen-temen SMA. Indra pacaran sama Lusi. Nana pacaran sama Yudhi. Putus dari Lusi, Indra malah sempet pacaran sama sepupunya Nana, si Monica,” sang suami kembali menguap.

“O ya?”

“Iya. Lumayan lama, sampai lulus kuliah. Terus Indra pindah ke Denpasar gara-gara dapet kerja di sana. Lalu dia pacaran sama anak Solo yang kuliah di sana, tapi aku lupa namanya.”

“Nana gimana kabarnya?”

“Putus dari Yudhi, Nana sempat jomblo. Lalu pacaran sama temen satu kampus beda fakultas. Tapi nggak bertahan lama, kalau nggak salah. Jomblo lagi sampai lulus kuliah dan kerja. Tapi ada kejadian menarik, nih,” si suami mengucek-ucek mata.

“Apaan?” mata si isteri kembali berbinar.

“Waktu udah kerja, Nana digebet cowok. Namanya Rio. Dan sepertinya Nana juga suka sama Rio. Waktu gosip ini sampai ke telinga Indra di Denpasar, sontak dia mudik dan bilang ke Nana kalo Rio itu cowok brengsek.”

“Lah! Gimana ceritanya?”

“Ternyata Indra tahu siapa si Rio ini. Playboy, gitu. Tapi, yang bikin temen-temen jadi kasak-kusuk adalah Indra segitu protektifnya ke Nana. Dibela-belain mudik, padahal telepon atau kirim email kan bisa,” lanjut si suami.

“Terus?”

“Nana nggak jadi pacaran sama Rio. Indra balik ke Denpasar. Mereka berdua tetap dalam hidupnya sendiri-sendiri. Masing-masing juga pacaran dengan orang lain.”

“Lalu?” tuntut si isteri. Suaminya kembali menguap lebar.

“Waktu ayahnya meninggal, Indra memutuskan mudik seterusnya. Pindah kerja. Di situ Indra ketemu lagi sama Nana, dalam status sama-sama jomblo.”

“Terus mereka pacaran?” potong si isteri.

“Enggak.”

“Lho? Kok?”

“Mereka masih berteman seperti dulu. Sampai tiba-tiba Indra disadarkan ibunya tentang Nana. Nana yang baik, perhatian, selalu ada buat Indra, dekat dengan keluarga, dan seterusnya. Dari situ Indra sadar dan mulai melihat Nana dari perspektif berbeda. Bukan Nana sebagai teman, tapi Nana sebagai seorang perempuan. Gitu,” mata sang suami mulai meredup.

“Terus mereka pacaran?”

“Kamu itu ya, Ma. Segitu penasarannya.”

“Makanya cerita,” ujar si isteri tak sabar.

“Yang nembak Nana itu ibunya Indra. Mau nggak jadi menantunya. Tuh! Jadi langsung dilamar waktu kami, termasuk Nana, main ke rumah Indra. Langsung deh disorakin sama temen-temen hehehe…”

“Diterima?”

“Iya. Dan mereka langsung mempersiapkan pernikahan. Dan akhirnya, ya itu tadi, kita dapat undangannya, kan?” sang suami mengakhiri cerita panjangnya.

“Whoaa! Panjang ceritanya! Dua orang itu, hatinya udah kemana-mana, akhirnya nyambung juga hehehe,” cetus si isteri.

Tak ada jawaban dari si suami.

“Pa? Papa?”

Hanya terdengar suara dengkuran.

2 thoughts on “Sambungan Hati Jarak Jauh

  1. Seru bacanya, ternyata kalau memang udah jodoh yang dipilihkan oleh Tuhan yah gak akan kemana-mana. Kadang kita gak menyadari segala petunjuk-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s