Cintaku Mentok Di Kamu

weheartit.com

weheartit.com

“Saya pesan nasi rawon satu. Nasinya dipisah ya, Mbak. Rawonnya jangan dikasih lemak. Sama minta telur asin. Plus teh tawar,” pesanku.

Si mbak pelayan mencatat dan mengulang daftar pesanan kami. Setelah selesai, dia beranjak pergi.

“Masih belum move on juga,” godanya. Aku senyum-senyum.

“Abis gimana, dong. Udah cinta mati. Mentok cintanya hehehe,” jawabku sambil terkekeh.

“Yakin? Apapun yang terjadi?” dia mengerling.

“Sepertinya begitu. Mau BBM naik, harga daging selangit, beras langka. Apapun, deh,” aku masih senyum-senyum.

“Salut! Beneran nggak mau coba yang lain?” dia masih kukuh menggoda.

“Serius! Nggak mempan deh godaanmu hahaha…” kali ini aku terbahak.

Tak lama, mbak pelayan datang membawa pesanan kami. Pesananku begitu menggoda di depan mata. Uap harum beraroma bumbu tertangkap penciuman. Sempurna.

Cintaku mentok di kamu, nasi rawon. Sahih!

2 thoughts on “Cintaku Mentok Di Kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s