Jangan Kemana-mana, Di Hatiku Saja

weheartit.com

weheartit.com

Aku memandang ke luar jendela. Matahari sore menunggu tergelincir. Sisa hujan masih menggenang. Bahkan kaca jendelaku masih sedikit buram. Kau duduk di sampingku. Meringkuk, tepatnya. Dengan kepala berlabuh di pangkuanku.

Aku tahu. Kau pasti ingin bermain di luar sana. Berlarian bersama bola kesayanganmu. Jangan. Di sini saja. Bersamaku. Kau nanti akan kotor jika berkejaran di luar sana. Mengharuskanmu mandi ketika hari sudah gelap. Hanya akan membuatmu kedinginan dan sakit nantinya.

Aku mengelus kepalamu. Kau menoleh. Menatapku dengan sorot mata polosmu. Aku tahu, tapi kali ini rayuanmu tak mempan padaku. Kau masih ingat kejadian dua hari lalu? Ketika kau berusaha mengejar bola yang bergulir menyeberangi jalan, hingga kau lengah pada kendaraan yang akan lewat? Hampir copot jantungku melihatnya. Jangan pernah lakukan itu lagi padaku. Aku tak ingin kehilanganmu.

Aku mencium puncak kepalamu. Kau terlihat senang.

“Di sini saja. Bersamaku. Jangan kemana-mana. Di hatiku saja,” pintaku.

“GUK!” jawabmu segera.

2 thoughts on “Jangan Kemana-mana, Di Hatiku Saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s