Tunggu Di Situ, Aku Sedang Menujumu!

weheartit.com

weheartit.com

Aku tahu ini musim hujan. Tapi yang turun kali ini bukan sembarang hujan. Seperti Tuhan sedang menguras tangki airnya saja. Teramat sangat lebatnya. Dengan petir yang sesekali menyambar. Juga angin yang mampu membuatku terbang tanpa perlu bantuan sapu ataupun permadani.

Lalu bagaimana caraku bisa pulang? Kebingunganku dikejutkan dering dan getar ponsel. Senyum mengembang melihat nama yang tertulis di layar.

“Halo, Mas,” nadaku riang.

“Dik, kamu dimana?” suaranya dari seberang.

“Masih di kampus. Mau pulang, sih. Tapi di sini hujan deras. Angin kencang juga. Mungkin nunggu agak reda, baru pulang,” jelasku.

“Tapi ini sudah jam delapan lewat. Aku jemput, ya,” ujarnya.

“Tapi di sini hujan deras. Nanti Mas malah sakit gara-gara kehujanan,” aku sedikit berseru mengimbangi deru air.

“Aku naik mobil, bukan motor. Jangan kemana-mana. Tunggu di situ, aku sedang menujumu,” dia memutuskan sambungan telepon.

Aku tercenung, namun kemudian tersenyum. Ah, dijemput sang pujaan hati lalu pulang bersama ditemani hujan. Adakah yang lebih romantis dari ini?

Senyumku makin terkembang dari telinga ke telinga, ketika dia datang dinaungi payung hijau terang.

“Ayo! Aku parkir di sebelah sana!” serunya.

Dia lalu merengkuh bahuku di bawah payung. Menyeberangi pelataran parkir dengan berlari kecil. Sampai kami berhenti di dekat mobil berwarna biru. Aku kembali tercenung.

“Ayo! Nanti basah kuyub!” dia kembali berseru.

“Mas…”

“Ya?”

Aku menunjuk mobil itu.

“Mas bawa angkot?”

4 thoughts on “Tunggu Di Situ, Aku Sedang Menujumu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s