Comfort Zone

comfort zone image

“Keluar dong dari comfort zone!”

Pernah dengar kalimat ini? Setidaknya dengan susunan yang berbeda. Pernah, dong?🙂

Sebenarnya, comfort zone itu apa, sih? Konon kata para pakar, comfort zone itu adalah ‘zona’ atau ‘wilayah’ yang membuat kita nyaman, secara fisik dan psikologis, berada di dalamnya, karena sudah sedemikian lama berada di sana. Benar nggak, sih?

Bisa jadi betul. Misal, kita punya peer group dengan beberapa orang anggota. Kemana-mana, berkegiatan apapun, selalu bersama mereka. Mereka tahu kita luar dalam. Sedemikian dekat dan solidnya, hingga kita cenderung ogah bergaul tanpa mereka.

Atau kita sudah bekerja sekian lama di suatu perusahaan. Situasi, kondisi, kolega, semua sudah mendarah daging. Membuat kita nyaman, sehingga lupa untuk ‘menantang’ diri kita dengan hal-hal baru.

Familiar dengan contoh-contoh di atas? Bisa jadi kita juga mengalaminya, dalam kasus yang berbeda. Tapi itu bukan dosa, kok. Justru sangat manusiawi. Tapi cenderung ‘melemahkan’ kita. Lho? Kok? Bagaimana bisa?

Ya. Dengan tetap berada dalam zona nyaman, kita tidak pernah menantang diri sendiri untuk hal-hal baru. Apapun itu. Sekecil apapun itu. Entah mencoba berteman dengan orang baru, mencoba tantangan pekerjaan baru, apapun. Padahal, sebagai manusia, kita harus berkembang, kan? Lalu?

“Keluar dari comfort zone, dong!”

Tapi tidak semudah itu, kan? ‘Keluar’ dari zona nyaman, itu memunculkan ‘ketakutan’ tersendiri. Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau ternyata tidak sesuai rencana/perkiraan? Bagaimana kalau ternyata teman baru itu orang jahat? Plus masih banyak ‘bagaimana-bagaimana’ yang lain. Lalu, apa kita tetap ada di zona nyaman, begitu?

Seorang teman bilang, ubah mindset-nya. Bukan ‘keluar dari zona nyaman’ tapi ‘memperluas zona nyaman’. Yang tadinya berteman dengan teman satu peer group, mulailah mencari teman baru. Kalau perlu teman baru ini juga diperkenalkan pada teman satu peer group yang lain. Yang tadinya hanya berkutat dengan pekerjaan dan teman satu kantor, mulai memperluas network, yang mungkin juga bisa mendukung kinerja kita suatu hari nanti. Atau yang lebih simple, kalau biasanya berangkat kerja lewat jalan yang itu-itu saja, mungkin bisa mulai mencoba lewat jalan lain untuk penyegaran.

Jadi, kalau ada yang menyuruh untuk keluar dari zona nyaman, jangan buru-buru takut. Kita bukan keluar, tapi memperluas zona nyaman. Iya, kan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s