Makan-makan :)

weheartit.com

weheartit.com

Weekend lalu, seorang teman lama mengajak bertemu di sebuah cafe. Biasa, makan-makan, ditraktir pula. Rejeki pantang ditolak🙂

Masalah yang muncul bukan teman yang lupa bawa dompet. Tapi murni dari dalam diri saya. Apa yang terjadi? Saya merasa bersalah. Lho? Kenapa? Bukannya ditraktir, jadi nggak perlu keluar uang? Atau lagi diet? Bukan. Lebih karena total biaya dari semua yang masuk ke dalam perut saya ternyata besar juga😦

Lalu, dimana masalahnya? Itu biaya saya sekali makan (untuk kali itu). Di tempat lain, jumlah sebesar itu adalah biaya makan satu keluarga untuk seminggu. Salahkah kalau saya merasa bersalah?

Silahkan katakan saya sok care, sok melarat, sok pengertian dan sok-sok yang lain. Saya tidak peduli. Saya hanya malu pada diri sendiri, sampai harus mengeluarkan uang (ditraktir, sih…) sebanyak itu hanya untuk sekali makan. Katakan saya ‘ndeso’. It’s Ok for me. Jumlah sebanyak itu memang bentuk apresiasi kita sebagai konsumen atas hasil karya seorang chef dan semua pelayanan yang diberikan pihak cafe. Saya mengerti dan sangat menghargai. Tapi itu tidak serta merta membuat saya nyaman.

Bisa jadi saya adalah orang yang ada di irisan dua lingkaran. Fisik saya ada di lingkaran A, tapi hati saya di lingkaran B. Gamang, dilema dan cenderung galau. Sebisa mungkin saya coba bertahan, walaupun (sekali lagi) tidak nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s