Aster

weheartit.com

weheartit.com

 

Dia mencabuti satu demi satu kelopak aster ditangannya.

“Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…”

Aku hanya memperhatikan dia komat-kamit. Dan ketika kelopak terakhir berhenti di kata ‘Enggak’, dia mengambil sekuntum aster yang lain. Kemudian kembali komat-kamit sambil mencabuti kelopak demi kelopak.

“Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…”

Aku menghentikan aktivitas membaca koran. Memperhatikan lebih seksama tingkah lakunya. Dan, saat kelopak terakhir berhenti di kata ‘Cinta’, lagi-lagi dia mengambil kuntum aster yang lain. Lalu kembali melakukan hal yang sama.

“Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…Cin”

“HEH!” aku sudah tak tahan. Dia berhenti.

“Bikin sampah, tau! Sayang kan bunganya. Lagian naksir orang kok nggak yakin sama perasaan sendiri,” aku ngomel panjang lebar.

“Bukannya aku nggak yakin sama perasaanku…”

“Terus?”

“Aku nggak yakin dia cinta aku apa enggak.”

“Langsung ditembak, dong! Bukannya nyampah gini.”

“Malu…”

Lalu dia memulai lagi aktivitasnya.

“Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…Cinta…Enggak…”

“…..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s