Sedap Malam

sedap malam image

Sebuah kesalahan besar mengiyakan nonton DVD film horor di malam Jumat. Aku yang penakut, sukses bertambah takut. Kuputuskan langsung pergi tidur setelah menyiapkan semua keperluan esok hari.

Tapi…bau apa ini? Aku mencium bau yang sukses membuat bulu kuduk berdiri. Bau bunga. Duh! Betul, ini benar-benar bau wangi bunga. Tapi dari mana asalnya? Tak ada bunga di lantai dua ini.

Wangi bunga ini sungguh mengganggu. Aku tak mau diintimidasi oleh segala hal yang berbau horor. Setelah mengumpulkan segenap keberanian, kucari sumber bau berasal. Mengendap kesana dan kemari. Hingga langkahku berhenti di depan kamar mandi yang menyala.

Deg!

Bukannya konon mahluk halus suka berdiam di tempat yang lembab dan basah seperti kamar mandi? Aku mengedikkan bahu. Berusaha mengusir ketakutan. Perlahan kudorong pintunya yang agak tertutup. Pelan. Pelan. Hingga…

Sosok perempuan tertangkap mata sedang berjongkok membelakangi pintu.

“Dek?” panggilku. Dia menoleh.

“Eh, iya, Mbak?”

“Ngapain kamu?”

“Ini,” dia menunjuk pada ember berukuran sedang di depannya. Ada segerombol bunga sedap malam di dalamnya.

“Aku sedang merendam bunga sedap malam dalam pewarna mewah. Nanti kalau pewarnanya meresap dan naik, bunganya jadi kemerahan. Cantik, deh. Mbak mau?” jelasnya.

Aku menggeleng sambil berlalu. Cukup sudah kehororan hari ini, tanpa harus ditambah bunga sedap malam berwarna kemerahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s